Minggu, 09 Februari 2014

Rindu



7 Februari 2013
Tuhan..hari ini aku mengutuk rindu
mengapa kau ciptakan rindu jika rindu tak juga mengetuk pintu
pilu.
tapi diam-diam aku tersenyum mengutuk rindu untukmu

Jangan Kembali.



20 November 2013
ketika aku memutuskan untuk berhenti, bukan karna rasaku telah mati. Tapi, hanya saja aku lelah menyakiti diriku sendiri. Seiiring waktu berlalu rasa ini memang berubah. Pergi saja sana, aku tak peduli. Bukan berarti rasa ini telah mati. Hanya saja aku sedikit lelah jika hanya terasa sakit mengingat sosokmu yang mudah melepaskan dan sibuk dengan duniamu. Bahagia dan benci itu seolah melebur menjadi satu dan berujung kegalauan. Jangan kembali. sedikitpun aku tak ingin mengingatmu.

"Pilihan yang terbaik itu ada"



15 November 2013
Perasaan itu bukan lomba yang harus menentukan siapa pemenangnya. Dia tetap baik, dia mana tau yang terbaik. Dia juga hebat, karena dia slalu berusaha memperjuangkan apapun yang terbaik untuk dirinya, memilih segala sesuatu yang terbaik. Aku ingin sepertimu. Aku mencoba melihat semuanya dari sisi yang berbeda. Tidak ada yang harus tersakiti, karena perasaan itu bukan lomba yang harus menentukan siapa pemenangnya.

Cerita bersamamu



10 November 2013 

Kita pernah bercerita. Menghabiskan waktu bersama. Membicarakan apa saja sekalipun hal tak penting. Sekilas aku mengingat betapa bahagianya kita kala itu. Bicara cinta pertama kita, mimpi, cita-cita, dan harapan kita. Ini hal yang begitu menyenangkan. Hingga sekarang, biar aku tuliskan tentang kita.
Kau sempat menghilang. Sekilas aku mengkhawatirkanmu, tapi aku dalam hati aku yakin kau pasti baik-baik saja. Aku biarkan kau menghilang, tapi dari sini aku yakin kau pasti kembali. Hari ini sedikit kabar darimu, sedikit cerita. Hari ini kita bicara sakit hati. Tuhan..seperti ini rasa sakit hati hanya karena anugerahmu yang disebut cinta. Tapi hari ini aku belajar..
“sesakit apapun karena cinta menyakiti, semua akan baik-baik saja asal kita jalani bersama seseorang yang kau sebut SAHABAT. Karna sebenarnya sakit hanyalah sekedar kata-kata.”
Teringat saat kita dilambungkan oleh cinta. Tertawa bersama. Saling menceritakan cinta kita masing-masing. Bahagia bersama. Dan pada saat yang bersamaan pula kita jatuh, dijatuhkan oleh cinta. Menangis bersama. Saling menceritakan cinta yang menyakiti kita. Masing-masing. Menangis mengingat kebodohan masalalu. Sedih. Bersama pula.
Ini untuk kau, yang kusebut sahabat terbaikku. Mari kita kembali menjadi kita yang dulu, bocah 17 tahun yang tak berpengaruh pada cinta, yang fokus terhadap mimpi dan berjuta harapan kita. Takkan kubiarkan lagi cinta merebut jati diri kita untuk tampil sempurna di mata orang lain. Cukup kita yang tau kesempatan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Takkan kubiarkan lagi cinta perlahan merebut masa depan kita, apalagi mengisi hari-hari kita dengan kegalauan dan kebodohan yang tak berujung.

"Senin yang seharusnya"


11 November 2013

Dia duduk melamun menikmati panasnya matahari yang menyengat kulit. Sesekali bola matanya melirik ke arah lampu lalu lintas. Sambil meneguk air putih yang dia bawa dari rumah, dia kembali berjalan ke arah motor dan mobil berharap korannya ada yang membeli. Bajunya lusuh. Dengan bekal topi, dia bertahan dari panasnya mentari, setidaknya melindungi.

Aku mengiba dalam hati, Bukannya ini hari Senin? Senin seharusnya dia mengikuti upacara bendera di sekolahnya. Seharusnya Senin ini dia bermain dan belajar bersama teman-teman di sekolahnya. Sementara aku melihat mobil-mobil berplat merah berlalu lalang memenuhi pandangannya. Dengan gerakan polos dia tetap berjalan untuk menjajakan korannya.

Jumat, 27 Desember 2013

"JATUH CINTA DIAM-DIAM"

Ketika cinta harus siap terluka.
Hebat ya suatu hal yang disebut cinta. Secepat itu membuat kita terbang ke angkasa dan semudah itu juga menghempaskan kita turun ke bumi. Kemarin aku memutuskan untuk tetap menantimu seperih apapun itu aku akan tetap menanti. Hei. Kau pikir siapa kamu? Semudah itu membuat aku benar-benar terluka dan lebih bodohnya lagi aku siap menerima apapun luka yang kau berikan. Aku memang wanita bodoh yang benar-benar yakin suatu saat cintamu akan pulang dan kembali lagi disini. Aku menunggumu. Aku tetap menanti. Bahkan aku selalu memperhatikan senyummu dari sini, bagaimana kabarmu, bagaimana keaadaanmu, aku selalu berusaha ingin tau. Kamu hal yang menarik untuk kupahami. Entah harus bagaimana lagi aku mengakui kebodohanku. Aku menunggumu sementara kau sibuk dengan yang lain. Perih bukan? Namun kuputuskan aku akan tetap menantimu dan yakin jika cintamu akan kembali pulang kesini. Sempat aku tersenyum kemarin, dan kali ini aku harus benar-benar menangis. Cukup  membaca kalimatmu tentang orang yang kausayang itu sudah cukup perih bukan. Terserah, meski kau sibuk mencari cinta yang lain kau sibuk mencari halte untuk sekedar menjadi tempat persinggahan aku tak peduli. Yang aku tau aku akan slalu tetap menjadi rumah kau pulang. Kadang sekelibat rasa itu muncul. Rindu. Senyummu yang khas cukup membuatku lega, meski bukan untuk aku. Perih memang. Tapi cinta di masa lalu telah mengajarkanku untuk menikmati perih di setiap langkah yang katanya akan indah pada waktunya. Cinta di masa lalu juga mengajarkanku bahwa aku tak boleh melepaskan siapapun orang yang telah menyayangiku dan kali ini aku tak akan pernah melepasmu. Aku tak pernah takut kehilanganmu, tapi jauh disini aku sebenarnya takut bahwa cinta yang pernah kautunjukkan kepadaku akan hilang dengan mudahnya.


“Kau jauh padahal ada didekatku, mengapa terasa begitu jauh. Padahal kau berada di depanku. Tersenyum  kepadaku. Tapi mengapa tetap merasa jauh.”

inspired by : sahabat perempuan saya yang slalu sedih senang membicarakan cinta :)

Sabtu, 09 November 2013

PELAJARAN DI HARI INI!

Harusnya aku melewatkanmu..
Sakit itu sebenarnya hanya kata-kata, jika kita merasa diri kita sakit maka rasa sakit itu benar-benar ada. tapi, jika kita membawa semua dengan percaya diri dan seolah baik-baik saja maka kita akan baik-baik saja. Hidup ini terlalu indah, sangat rugi jika kita tidak menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya.
  • Hari ini aku belajar, aku tidak boleh terlalu mempercayai orang lain, aku tak boleh mempersulit hidupku. aku tak boleh mengisi hari-hariku dengan kegalaun yang tak berujung. Aku harus bangkit! Aku harus semangat! Tak ada yang lebih indah selain masa depan, buang jauh masa lalu, dan ambil semua pelajaran. jangan mengejar cinta, tapi kejarlah cita-cita. ketika cita-cita di depan matamu maka dengan tidak sadar cinta akan menemani langkah hari-harimu.Move away dari orang-orang yang pernah menyakitimu..relakan..maafkan..dan ikhlaskan. berterimakasihlah karna jika tak ada mereka hidumu tak akan seindah dan sebaik ini.
  • Hari ini aku belajar, aku harus bisa membahagiakan orang-orang di sekitarku. Aku harus tampil ceria sehingga orang disekitarku juga merasa bahagia. Sayangnya, selama ini terlalu banyak melewatkan hari-hari di masa lalu yang sebenarnya terasa indah dan menyenangkan.
  • Hari ini aku belajar, tak ada kata jatuh cinta dalam kehidupan. jatuh itu sakit, maka kita tak boleh jatuh.kita harus membangun cinta dan hidup bahagia bersama orang-orang yang aku cintai
  • Hari ini aku belajar, aku tidak boleh terlalu larut dalam penyesalan. Hidup itu indah, tak ada yang perlu disesali.
  • Hari ini aku belajar, di dunia ini tak ada yang sempurna kecuali Allah. Aku tidak sempurna, begitu juga orang disekitarku, mereka hanya manusia biasa, tak ada yang sempurna. Tetapi karna mereka hidup dengan cinta maka semuanya menjadi indah dan sempurna.
  • Hari ini aku belajar, aku harus lebih dewasa mengatasi masalah hidup. Masih banyak orang-orang di belakangku yang harus dibahagiakan. Ibuk,Bapak,Mama,Ayah,Adik, semua keluarga,Sahabat,Teman-teman, mereka segalanya yang membuatku hidupku sempurna dengan cinta. Terimakasih :)
 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design