Lama sekali. senarnyapun mulai berkarat. cat cokelat tuanya sudah mulai mengelupas sedikit demi sedikit, dipenuhi rumah laba-laba. lalu dia berbisik "kemari,coba petik senarku". aku sedikit ragu, lalu aku petik saja senar gitar bass nomor enamnya. sejenak aku berfikir "lumayan". Selanjutnya aku petik senar-senar berikutnya, terdengar sangat denting di telinga.
aku berjalan keluar meninggalkan gitar cokelat tuaku bergegas membeli sebuah gitar baru. Satu persatu toko yang kejelajahi tak ada satupun yang seindah gitar tuaku. Aku berubah pikiran, aku hanya membeli senar satu sampai enam untuk gitar tuaku. Aku pulang dan bergegas menuju gudang mengambil gitar tuaku. Perlahan aku menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk mamaku. Aku keluar, sementara adik-adikku yang lain sibuk membenahi hiasan kue. Kami keluar bersama Ayah memberi kejutan ulang tahun untuk mama. Mama hanya tersenyum ketika suaraku terdengar nyaring dan tak semerdu penyanyi Crishtina Perry tapi tetap saja aku bernyanyi semerdu mungkin yang aku bisa. Aku letakkan gitar tuaku di sebelah kursi sedangkan adik-adikku yang lain sibuk membawa kue ulang tahun untuk mama. Tak sengaja aku melihat mama mengusap air matanya dan memeluk kami.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar