Selasa, 13 Maret 2018

Pesona Hutan Mangrove di Pantai Congot



Berawal dari iseng-iseng melihat foto wisata jogja di situs jejaring sosial instagram, aku tertarik dengan salah satu tempat wisata yang baru kali ini sedang hits di Yogyakarta. Hutan Mangrove Pantai Congot. Hutan mangrove di sebelah Pantai Congot  ini merupakan wisata yang belum lama. Hutan ini merupakan hutan buatan konservasi yang dibuat oleh warga sekitar yang berlokasi di  Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.Berbekal rasa penasaran, akhirnya aku langsung tancap gas menuju lokasi.



Kira-kira 2 jam dari pusat kota Jogja aku memulai rute menuju jalan jogja-wates. Tiba di perbatasan Kab. Kulonprogo, aku menuju arah ke purworejo sekitar 22 km. Sampaikota Wates, masih ke barat lagi hingga ada pertigaan terminal Wates aku belok kiri. Atau jika kalian masih bingung dengan rutenya, kalian bisa mencari lokasi Hutan Mangrove di GPS Handphone kalian. Kulihat dari jauh terdapat papan besar bertuliskan Pantai Mangrove Jembatan Siapi-api. Aku pun segera memarkirkan motorku dan bergegas membayar tiket masuk sebesar Rp.4.000. 

Setelah membayar tiket masuk, aku melewati jembatan bambu yang berada sepanjang jalan ke hutan. Ternyata wisata ini baru di kembangkan sejak awal 2016, dan keberadaan tanaman mangrove di sini sudah ada sejak tahun 1989. Mengetahui bahwa hutan ini berpotensi untuk meningkatkan pariwisata, akhirnya masyarakat sekitar mulai mengambangkan dan membuat sarana dan fasilitas untuk para wisatawan. Jembatan bambu atau yang disebut warga sebagai jembatan siapi-api ini menambah keindahan hutan mangrove. Dengan menyusuri jalan sepanjang jembatan, kita bisa berpindah dari sisi hutan lain ke lainnya. Warga sekitar seakan memahami bahwa daya tarik masyarakat adalah berselfie di tempat wisata sehingga dibangunlah bebrapa spot yang unik di beberapa titik jembatan. Terlihat beberapa pengunjung yang antre menunggu untuk berfoto di masing-masing spot foto.





Beberapa nelayan terlihat sibuk menawari pengunjung untuk menggunakan jasa naik perahu. Di hutan mangrove ini memang pengunjung yang ingin menikmati sensasi naik diatas perahu dimanjakan dengan adanya jasa ini. Karena harganya cukup murah, yaitu sekitar Rp.5000 aku pun menikmati tenangnya ombak pantai congot diantara hutan magrove. Setelah naik perahu, aku pun menyusuri hutan mangrove.

Tidak terlalu panjang dan perjalanan mengelilingi hutan ini masih terlalu dekat dan singkat, namun aku cukup mengapresiasi usaha para warga sekitar untuk mengembangkan potensi hutan mangrove ini meski awalnya hutan mangrove ini sengaja dibuat untuk mencegah abrasi abrasi pantai serta melestarikan kondisi lingkungan dan ekositem sekitar muara pantai. Sepanjang mengelilingi pantai ini seakan pesonanya tiada habis. Dari berbagai sudut, para wisatawan banyak yang berfoto di antara daun-daun mangrove. Aku pun tak mau kalah juga. Sambil menikmati keteduhan diantara dedaunan pohon mangrove aku bersantai di atas ayunan kayu. Suara deburan ombak Pantai Congot juga terdengar diantara hempasan angin.




Hanya hutan mangrove pantai congot yang menawarkan wisata mangrove yang ada di Jogja, selain itu keindahan wisata mangrove juga semakin tak terbendung dengan adanya pondok-pondok peristrirahatan dari bambu yang dijadikan tempat bersantai wisatawan. Dalam sehari wisatawan pantai mangrove mencapai 200-400 orang. Sehingga pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. (TitisLutfitasari/2016)

0 komentar:

Posting Komentar

 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design