Selasa, 10 November 2015

Mengenal Budaya Lokal lewat Banyuwangi Ethno Carnival 2015



Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober di Gasibu Banyuwangi merupakan festival karnaval terbesar yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Banyuwangi,Jawa Timur dalam rangkaian acara Banyuwangi Festival. acara ini diadakan sebagai jembatan modernisasi seni budaya lokal kabupaten Banyuwangi dan mempertahankan potensi wisata yang ada di kabupaten banyuwangi. BEC juga diadakan oleh pemerintah Banyuwangi untuk tetap mempertahankan budaya yang ada di Banyuwangi terutama suku using. 


Tidak seperti karnaval yang biasanya, tema yang diangkat dari BEC sendiri adalah tema yang berasal dari kesenian daerah dan tradisi yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Tema Banyuwangi Ethno Carnival di tahun ini adalah “The Usingnese Royal Weding” atau pernikahan suku using yang terdapat di Banyuwangi. ratusan peserta membawakan busana pengantin suku khas using banyuwangi dengan kostum yang sangat indah dan tentunya modern. Meski cuaca yang sangat panas dan kostum yang sangat berat, tidak menyurutkan semangat para peserta BEC untuk tetap berjalan dan menari di sepanjang jalan untuk menghibur masyarakat Banyuwangi.  BEC kali ini dibagi dalam tiga subtema, yaitu Sembur Kemuning (upacara adat masyarakat pesisir yang mengenakan kostum dominasi warna kuning, orange, dan ungu), 


Mupus Braen Blambangan (upacara adat masyarakat kelas menengah dengan dominasi warna merah,hitam,emas), 


dan Sekar Kedaton Wetan (upacara adat pengantin kaum bangsawan yang didominasi dengan warna hijau dan perak). 


Diawali dengan tarian pembuka “Gandrung Blambangan” dan dilanjutkan dengan parade tiga subtema yang dibawakan BEC sukses digelar dan sangat memukai. Acara ini rutin digelar setiap tahun untuk mengenalkan budaya lokal dengan modernitas kepada masyarakat Banyuwangi.

1 komentar:

 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design