Jumat, 11 Juli 2014

Ketika tuhan memberikanku anugerah , seorang mama.



Tanpa banyak kata pasti Tuhanku mengerti apa yang selalu ada di dalam hati. Dimanapun,kapanpun, nama mama itu yang selalu kuingat. Mamaku tak banyak kata, dalam diamnya dia selalu mengerti apa kebutuhanku. Hanya aku saja yang tak tahu diri terus saja merengek meminta ini itu yang sudah jelas aku tau itu pasti akan membuat beban pikirannya semakin bertambah. Aku juga tak tahu diri sering mengeluh ini itu, padahal sudah tau jelas-jelas lebih berat siapa yang memikul beban. Allah menciptakan dengan sangat sempurna seorang yang kusebut sebagai mama. Tempat keduaku mengeluh, tempat keduaku meminta setelah Allah. Mama mungkin tak pernah tau aku lebih menangis lagi ketika melihatnya meneteskan air mata didepanku. Sekarang mamaku sudah bertambah tua dan beban yang dipikulnya juga semakin bertambah, harus memenuhi kebutuhanku dan kedua adik-adikku belum lagi kebutuhan yang lainnya. Mama jangan menangis tak lama lagi aku akan menyelesaikan semua tugasku dan menemani mama mengisi hari tua. Sedikitpun aku tak ingin mamaku memikul beban sekecil apapun. Dalam malam-malamku aku selalu berdo’a dan yakin pasti Allah akan menjaga mama dan menemani mama dalam setiap langkah meski aku tak bisa berbuat banyak, jauh dari mama dan hanya bisa berdoa lewat hati dan suara kecilku, merintih kepada Allah agar sampai hari terakhirku tetap bisa menemani mama dan membahagiakan mama.

0 komentar:

Posting Komentar

 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design