"God gives miracles to those who believe, courage to those with faith, hope to those with faith, hope to those whose who dream, and love to those who accept"
aku tak sendiri, memang selalu ada kamu disini, tepat di sisiku. Kali ini aku tak memperdulikan orang bicara apa saja tentang dirimu. Aku tetap berdiri. Kamu bukan segalanya bagiku, bagimu aku juga bukan segalanya. Ada atau tidak ada dirimu aku hanya ingin tetap berdiri sendiri. Aku ingin memerdekakan impianku, impianmu. Ayolah, sudah lama aku meredupkan sinarku, sudah lama juga aku mengabaikan mimpi-mimpiku. Aku juga ingin melihat kau mengepakkan sayapku. Kita memang satu, tapi tak benar-benar satu. Hanya aku dan Tuhanku yang satu. Simpan disini rasa saing percaya kita. Bila semua saatnya tiba, kita hanya perlu membawa kembali janji dan kepercayaan menuju mimpi indah kita. nantinya, biar kita sama-sama mengepakkan sayap untuk terbang bersama .
Tetap temani aku. tetap jaga mimpi-mimpi kecil kita. Meski kadang aku tertutup awan aku akan tetap menjadi pelangi mengindahkanmu setelah hujan turun. Di dunia ini tak hanya kita yang harus bahagia, tetapi banyak orang yang harus dibahagiakan dan sama-sama tersenyum di akhir perjalanan nanti. Tetap temani aku menangis, tertawa, berduka. hidup ini sangat indah bukan, kita bagai sepasang kupu-kupu yang awalnya hanya sepasang ulat menjijikkan lalu berubah menjadi kepompong berusaha keras menjadi kupu-kupu sampai nantinya bisa terbang ke angkasa dengan warna-warni sayapnya yang indah.
cukup mengerti, kamu dan mimpiku itu bingkisan terindah Tuhan yang akan selalu kujaga. Jadi, tetap disisiku meski kadang aku tak pernah ada. Cukup menantiku aku akan kembali membawa diriku yang lebih baik. Tapi tenang saja, kau bisa pergi kapanpun kau mau. Aku tak menahanmu untuk pergi dari sisiku. bukan juga terlalu mudah melepasmu, tapi aku hanya yakin Tuhan akan menempatkan siapapun yang berhak tinggal disisiku dan akan mengembalikan semua impian dan doa-doaku. Saat aku rapuh hanya yakin dan percaya yang bisa kulakukan.
"God gives miracles to those who believe, courage to those with faith, hope to those with faith, hope to those whose who dream, and love to those who accept"
Minggu, 13 Juli 2014
Seperti jalan, di depan terhalang, aku memberanikan diri berdiri!
Label:
CERITA,
CORAT-CORET,
MOTIVASI DAN INSPIRASI
Jumat, 11 Juli 2014
Tentang aku,kamu,kita, dan waktu
Waktuku dan waktumu tak jaug berbeda. Kadang aku benci waktumu, kadang kau juga benci waktuku. Kadang kita sama-sama membenci waktu. Waktu yang tak pernah membiarkan kita bersama. Pernah aku membenci kamu dan waktumu. Aku ingin keduanya, kamu dan waktumu. tak bisakah sedikit saja bersahabat denganku? sedikit saja. Waktu untuk menatap matamu, memperhatikan senyummu saja itu sudah cukup meluluhkan keras hatiku menghadapi hari yang tak mau tau. Hari dan waktu dan kamu semakin lama semakin menyiksaku. Tapi tak bisa kuingkari sedikit waktu saja bisa memperbaiki hati. Kadang kita tenggelam dalam waktu dan sama-sama diam menunggu waktu, padahal kita sama-sama ada. Hanya saja kita saling menunggu waktu untuk peka menghadapi waktu bersama
Label:
CORAT-CORET
Ketika tuhan memberikanku anugerah , seorang mama.
Tanpa banyak kata
pasti Tuhanku mengerti apa yang selalu ada di dalam hati. Dimanapun,kapanpun,
nama mama itu yang selalu kuingat. Mamaku tak banyak kata, dalam diamnya dia
selalu mengerti apa kebutuhanku. Hanya aku saja yang tak tahu diri terus saja
merengek meminta ini itu yang sudah jelas aku tau itu pasti akan membuat beban
pikirannya semakin bertambah. Aku juga tak tahu diri sering mengeluh ini itu,
padahal sudah tau jelas-jelas lebih berat siapa yang memikul beban. Allah
menciptakan dengan sangat sempurna seorang yang kusebut sebagai mama. Tempat
keduaku mengeluh, tempat keduaku meminta setelah Allah. Mama mungkin tak pernah
tau aku lebih menangis lagi ketika melihatnya meneteskan air mata didepanku.
Sekarang mamaku sudah bertambah tua dan beban yang dipikulnya juga semakin bertambah,
harus memenuhi kebutuhanku dan kedua adik-adikku belum lagi kebutuhan yang
lainnya. Mama jangan menangis tak lama lagi aku akan menyelesaikan semua
tugasku dan menemani mama mengisi hari tua. Sedikitpun aku tak ingin mamaku
memikul beban sekecil apapun. Dalam malam-malamku aku selalu berdo’a dan yakin
pasti Allah akan menjaga mama dan menemani mama dalam setiap langkah meski aku
tak bisa berbuat banyak, jauh dari mama dan hanya bisa berdoa lewat hati dan
suara kecilku, merintih kepada Allah agar sampai hari terakhirku tetap bisa
menemani mama dan membahagiakan mama.
Label:
CORAT-CORET,
MOTIVASI DAN INSPIRASI
Setitik gambaran gemerlapan lampu kota Paris di bayanganku
Senin, 17 Maret 2014
Bukit bintang waktu itu
Tak seperti malam-malam sebelumnya. Kali ini aku melihat
gemerlapan lampu-lampu kota Jogja di malam hari. Ini seperti malam-malam
gemerlapan di kota paris yang banyak aku lihat di gambar-gambar itu, hanya saja disana tak ada menara Eiffel.
Lebih indah lagi karena malam itu aku lalui bersamamu. Hanya bahagia yang
kurasakan saat itu. Sambil memesan jagung bakar setelah makan mie goreng aku
tetap memperhatikannmu. Cara bicaramu, caramu menatapku, logat khas gaya
ceritamu, semuanya aku perhatikan dengan sangat baik waktu itu. Sungguh sangat lucu, kadang, aku merasa takut. Entahlah, aku hanya takut saja suatu saat akan
kehilangan karna takdir dan jalan kedepan kita tak ada yang pernah tau. Waktu itu
kita bersama-sama membuat momen, kuharap momen dan kebersamaan kita tetap
terjalin sampai akhir nanti.
Label:
CERITA,
CORAT-CORET
Rabu, 02 Juli 2014
1 tahun sudah berlalu. Seperti apa kau sekarang?
Pulanglah... kami disini tak tahan menahan
rindu.
Apa kau masih dengan rambut ombak pendekmu?
apa kau masih dengan tingkah lucumu?
apa kau masih dengan bangun-bangun pagimu yang mengompol di celana?
apa kau masih bisa bermanja-manja dengan lingkunganmu yang baru?
hari ini gerimis. Siang gerimis, sore gerimis, malam pun juga gerimis. Kau tau, aku sangat membenci gerimis. Karena bersama gerimis itu pula ingatan tentang wajah nakalmu itu kembali hadir dihadapanku. aku merindukanmu, adik kecilku yang ketika aku pulang selalu menyambutku dengan pelukannya. Bersama gerimis pula banyak yang ingin aku pertanyakan kepada Tuhan.
apa kau masih dengan tingkah lucumu?
apa kau masih dengan bangun-bangun pagimu yang mengompol di celana?
apa kau masih bisa bermanja-manja dengan lingkunganmu yang baru?
hari ini gerimis. Siang gerimis, sore gerimis, malam pun juga gerimis. Kau tau, aku sangat membenci gerimis. Karena bersama gerimis itu pula ingatan tentang wajah nakalmu itu kembali hadir dihadapanku. aku merindukanmu, adik kecilku yang ketika aku pulang selalu menyambutku dengan pelukannya. Bersama gerimis pula banyak yang ingin aku pertanyakan kepada Tuhan.
Apa ini cara Tuhan mentakdirkan kehidupan
kita?
kalau boleh jujur aku benci dengan lelucon ini, aku tidak terima jika Tuhan memisahkan kita dengan cara seperti ini. Ini terlalu kejam. Tapi diam-diam aku berbicara dalam hati Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik untuk hambanya..
tapi sedih rasanya jika di hari raya Idul Fitri ini kami tak lagi bersamamu solat ied bersama di masjid,lihat saja mukenamu di lemari masih rapi karena tak ada satupun yang tak menangis menyentuh mukenamu dan mengingatmu. Teman-temanmu juga banyak yang menanyakan kau kapan pulang.
kalau boleh jujur aku benci dengan lelucon ini, aku tidak terima jika Tuhan memisahkan kita dengan cara seperti ini. Ini terlalu kejam. Tapi diam-diam aku berbicara dalam hati Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik untuk hambanya..
tapi sedih rasanya jika di hari raya Idul Fitri ini kami tak lagi bersamamu solat ied bersama di masjid,lihat saja mukenamu di lemari masih rapi karena tak ada satupun yang tak menangis menyentuh mukenamu dan mengingatmu. Teman-temanmu juga banyak yang menanyakan kau kapan pulang.
Disana tak ada banyak boneka yang akan
menemanimu bermain
disana juga tak ada internet untuk kau melihat melihat video-video spongebob terbaru dan komputer untuk sekedar bermain zombie vs plants
disana kau tak bisa bermanja-manja dengan ibumu
disana kau juga tak bisa membeli segala sesuatu yang kau inginkan
kau tau nak, semua disini selalu merindukanmu. Lihat saja baju-bajumu di lemari, foto-fotomu di dinding,boneka-boneka dan mainanmu masih tersimpan rapi di tempatnya. Coretan-coretanmu di dinding juga tak ada yang berani menghapusnya. Ada sedikit luka yang kulihat di wajah Ayah,mama,Ibu,Hera,Abi,Iwan saat mengingatmu. Aku tau itu. Masing-masing dari kita sama-sama sedang berpura-pura tegar dan baik-baik saja.
disana juga tak ada internet untuk kau melihat melihat video-video spongebob terbaru dan komputer untuk sekedar bermain zombie vs plants
disana kau tak bisa bermanja-manja dengan ibumu
disana kau juga tak bisa membeli segala sesuatu yang kau inginkan
kau tau nak, semua disini selalu merindukanmu. Lihat saja baju-bajumu di lemari, foto-fotomu di dinding,boneka-boneka dan mainanmu masih tersimpan rapi di tempatnya. Coretan-coretanmu di dinding juga tak ada yang berani menghapusnya. Ada sedikit luka yang kulihat di wajah Ayah,mama,Ibu,Hera,Abi,Iwan saat mengingatmu. Aku tau itu. Masing-masing dari kita sama-sama sedang berpura-pura tegar dan baik-baik saja.
Hanya satu hal yang keluarga harapkan
untukmu,dik..
Pulanglah... kami disini tak tahan menahan
rindu.
Label:
CORAT-CORET
Kamis, 29 Mei 2014
Ketika mama selalu menjadi penguat tersendiri dalam tugas yang tak juga usai
Bulan-bulan di tahun
ini memang semakin menggila, otakku terkuras, fisikku mulai tak mau tau, dan tenagaku
juga mulai membatasi gerakku. Ditambah lagi uang yang selalu terkuras memenuhi
kebutuhan ini dan itu. Malam-malam di tahun ini juga tak seperti malam 2 tahun
lalu yang aku bisa tidur normal seperti anak-anak yang lain, jangan harap bisa
tidur normal jika ingin tugas-tugas yang tak wajar ini cepat selesai. Satu
tugas belum selesai sudah bertambah lagi tugas tak karuan lainnya yang entah
mana dulu yang harus kujamah. Ini konsekuensi memang, ini proses, rasanya ingin
mengeluh, ingin berteriak agar semuanya berakhir dan aku segera pulang ke
kampung halaman bertemu keluarga dirumah. Malam ini seperti biasa aku hanya
memandang layar laptop dan memutar otak memikirkan
proposal,laporan,pertanyaan,naskah,tulisan,artikel,edit,deadline,film, atau
apalah. sedangkan mata sudah tak mau tau ingin segera terpejam. Tiba-tiba saja
aku teringat mama, adikku dirumah, keluarga dirumah, dan adikku dinda yang
selalu kurindukan senyum nakalnya. Aku ingat, mama pernah bilang “jangan
dipikirkan semua beban, dijalani saja satu-persatu”. Memang aku jauh dari mama,
tak bisa setiap hari membantu mama, tapi semakin aku jauh semakin aku mengingat
mama dan kusimpan rinduku dalam diam, terutama rindu masakan-masakan mama, aku
tak pernah mengeluh kepada siapapun tentang semua ini, kecuali mama. Karena
mama selalu menjadi penguat pertamaku dalam tugas yang tak kunjung usai. Aku
memantapkan dalam hati. Aku disini karena mama, aku berproses disini untuk
mama, aku bisa merasakan nikmatnya bangku perkuliahan karena mama, aku bisa
sama dengan teman-temanku yang lain karena mama, dengan doa-doa kecil dan mimpi
yang selalu menuntun akan kukembalikan hidupku dan cita-cita hanya untuk mama,
membahagiakan mama dengan caraku sendiri. Esok jika Tuhan mengijinkan aku akan
membawa mama kemanapun mama mau, seperti yang mama pernah bilang ingin ke tanah
suci melihat kakbah Allah…amiiin Ya Allah
Label:
CORAT-CORET
Rabu, 26 Maret 2014
SOSOK MAMA DIMATAKU
Sabar, anggun, pekerja keras,
sedikit cerewet. Itulah mamaku. Mamaku selalu membiasakan aku dan adik-adikku
bangun pagi solat subuh lalu belajar. Kesabaran, keikhlasan. Itu yang selalu
aku banggakan dari sosok mamaku. meskipun mamaku hanya ada di rumah pada waktu
malam hari, tapi mama selalu menyempatkan diri untuk menanyakan bagaimana di
sekolah, mamaku selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan semua ceritaku.
Mama adalah orang yang sangat pekerja keras, disiplin. Pagi-pagi sekali sehabis
solat subuh mamaku selalu siap di dapur, memasak untuk sarapan aku dan
adik-adikku. Tugasku setiap pagi mengajari adik-adikku belajar. Setelah itu,
aku mengantarkan Dinda, adikku yang paling kecil sekarang kelas 1 sd berangkat
sekolah. Bukan mamaku kalo nggak sering ngomel. Setiap pagi setiap aku akan
berangkat sekolah mamaku selalu bilang gini
“tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis,, cepetan lo! Dandan suwi
temen,,kasian itu lo dian sama Lila udah nungguin.” Cepat-cepat aku keluar dan
berangkat sekolah, sampai setengah perjalanan biasanya aku lari pagi sama dian
dan lila. Lari pagi gara-gara telat. Itu pas SMP. Mamaku selalu menyuruhku
menceritakan apa aja, jadi yaa.. meskipun gak penting aku tetep cerita. Setiap
pagi sampai sore mamaku jarang dirumah. Mamaku jaga warung, yang jaraknya
lumayan jauh dari rumah. Ayahku, kerja dari pagi sampei sore, nenekku biasanya
juga bantu-bantu jaga toko. Seperti biasanya, rumahku selalu sepi. Kita selalu
bisa berkumpul di malam hari. Mama adalah orang yang tak pernah lelah. Mama
sering begadang malam, karena Mama selalu sibuk dengan pesanan kue-kuenya, Ayah
selalu menemani mama. Kadang-kadang tak sengaja aku mendengarkan pembicaraan
mereka tentang cerita nostalgianya di masa lalu.
Ya Allah..jagalah dia…Ayah dan
Mamaku ,nenek, adik-adikku dan semua keluarga dirumah. Berikanlah mereka
kesehatan dan iringilah langkahnya dengan beribu-ribu kebaikan. J
Label:
CERITA
Langganan:
Postingan (Atom)