Minggu, 13 Juli 2014

Seperti jalan, di depan terhalang, aku memberanikan diri berdiri!

"God gives miracles to those who believe, courage to those with faith, hope to those with faith, hope to those whose who dream, and love to those who accept"

 
 aku tak sendiri, memang selalu ada kamu disini, tepat di sisiku. Kali ini aku tak memperdulikan orang bicara apa saja tentang dirimu. Aku tetap berdiri. Kamu bukan segalanya bagiku, bagimu aku juga bukan segalanya. Ada atau tidak ada dirimu aku hanya ingin tetap berdiri sendiri. Aku ingin memerdekakan impianku, impianmu. Ayolah, sudah lama aku meredupkan sinarku, sudah lama juga aku mengabaikan mimpi-mimpiku. Aku juga ingin melihat kau mengepakkan sayapku. Kita memang satu, tapi tak benar-benar satu. Hanya aku dan Tuhanku yang satu. Simpan disini rasa saing percaya kita. Bila semua saatnya tiba, kita hanya perlu membawa kembali janji dan kepercayaan menuju mimpi indah kita. nantinya, biar kita sama-sama mengepakkan sayap untuk terbang bersama .
Tetap temani aku. tetap jaga mimpi-mimpi kecil kita. Meski kadang aku tertutup awan aku akan tetap menjadi pelangi mengindahkanmu setelah hujan turun. Di dunia ini tak hanya kita yang harus bahagia, tetapi banyak orang yang harus dibahagiakan dan sama-sama tersenyum di akhir perjalanan nanti. Tetap temani aku menangis, tertawa, berduka. hidup ini sangat indah bukan, kita bagai sepasang kupu-kupu yang awalnya hanya sepasang ulat menjijikkan lalu berubah menjadi kepompong berusaha keras menjadi kupu-kupu sampai nantinya bisa terbang ke angkasa dengan warna-warni sayapnya yang indah.
cukup mengerti, kamu dan mimpiku itu bingkisan terindah Tuhan yang akan selalu kujaga. Jadi, tetap disisiku meski kadang aku tak pernah ada. Cukup menantiku aku akan kembali membawa diriku yang lebih baik. Tapi tenang saja, kau bisa pergi kapanpun kau mau. Aku tak menahanmu untuk pergi dari sisiku. bukan juga terlalu mudah melepasmu, tapi aku hanya yakin Tuhan akan menempatkan siapapun yang berhak tinggal disisiku dan akan mengembalikan semua impian dan doa-doaku. Saat aku rapuh hanya yakin dan percaya yang bisa kulakukan. 

"God gives miracles to those who believe, courage to those with faith, hope to those with faith, hope to those whose who dream, and love to those who accept"

Jumat, 11 Juli 2014

Tentang aku,kamu,kita, dan waktu

Waktuku dan waktumu tak jaug berbeda. Kadang aku benci waktumu, kadang kau juga benci waktuku. Kadang kita sama-sama membenci waktu. Waktu yang tak pernah membiarkan kita bersama. Pernah aku membenci kamu dan waktumu. Aku ingin keduanya, kamu dan waktumu. tak bisakah sedikit saja bersahabat denganku? sedikit saja. Waktu untuk menatap matamu, memperhatikan senyummu saja itu sudah cukup meluluhkan keras hatiku menghadapi hari yang tak mau tau. Hari dan waktu dan kamu semakin lama semakin menyiksaku. Tapi tak bisa kuingkari sedikit waktu saja bisa memperbaiki hati. Kadang kita tenggelam dalam waktu dan sama-sama diam menunggu waktu, padahal kita sama-sama ada. Hanya saja kita saling menunggu waktu untuk peka menghadapi waktu bersama

Ketika tuhan memberikanku anugerah , seorang mama.



Tanpa banyak kata pasti Tuhanku mengerti apa yang selalu ada di dalam hati. Dimanapun,kapanpun, nama mama itu yang selalu kuingat. Mamaku tak banyak kata, dalam diamnya dia selalu mengerti apa kebutuhanku. Hanya aku saja yang tak tahu diri terus saja merengek meminta ini itu yang sudah jelas aku tau itu pasti akan membuat beban pikirannya semakin bertambah. Aku juga tak tahu diri sering mengeluh ini itu, padahal sudah tau jelas-jelas lebih berat siapa yang memikul beban. Allah menciptakan dengan sangat sempurna seorang yang kusebut sebagai mama. Tempat keduaku mengeluh, tempat keduaku meminta setelah Allah. Mama mungkin tak pernah tau aku lebih menangis lagi ketika melihatnya meneteskan air mata didepanku. Sekarang mamaku sudah bertambah tua dan beban yang dipikulnya juga semakin bertambah, harus memenuhi kebutuhanku dan kedua adik-adikku belum lagi kebutuhan yang lainnya. Mama jangan menangis tak lama lagi aku akan menyelesaikan semua tugasku dan menemani mama mengisi hari tua. Sedikitpun aku tak ingin mamaku memikul beban sekecil apapun. Dalam malam-malamku aku selalu berdo’a dan yakin pasti Allah akan menjaga mama dan menemani mama dalam setiap langkah meski aku tak bisa berbuat banyak, jauh dari mama dan hanya bisa berdoa lewat hati dan suara kecilku, merintih kepada Allah agar sampai hari terakhirku tetap bisa menemani mama dan membahagiakan mama.

Setitik gambaran gemerlapan lampu kota Paris di bayanganku



Senin, 17 Maret 2014

Bukit bintang waktu itu


Tak seperti malam-malam sebelumnya. Kali ini aku melihat gemerlapan lampu-lampu kota Jogja di malam hari. Ini seperti malam-malam gemerlapan di kota paris yang banyak aku lihat di gambar-gambar  itu, hanya saja disana tak ada menara Eiffel. Lebih indah lagi karena malam itu aku lalui bersamamu. Hanya bahagia yang kurasakan saat itu. Sambil memesan jagung bakar setelah makan mie goreng aku tetap memperhatikannmu. Cara bicaramu, caramu menatapku, logat khas gaya ceritamu, semuanya aku perhatikan dengan sangat baik waktu itu. Sungguh sangat lucu, kadang, aku merasa takut. Entahlah, aku hanya takut saja suatu saat akan kehilangan karna takdir dan jalan kedepan kita tak ada yang pernah tau. Waktu itu kita bersama-sama membuat momen, kuharap momen dan kebersamaan kita tetap terjalin sampai akhir nanti.





Rabu, 02 Juli 2014

1 tahun sudah berlalu. Seperti apa kau sekarang?



 Pulanglah... kami disini tak tahan menahan rindu.

Apa kau masih dengan rambut ombak pendekmu?
apa kau masih dengan tingkah lucumu?
apa kau masih dengan bangun-bangun pagimu yang mengompol di celana?
apa kau masih bisa bermanja-manja dengan lingkunganmu yang baru?
hari ini gerimis. Siang gerimis, sore gerimis, malam pun juga gerimis. Kau tau, aku sangat membenci gerimis. Karena bersama gerimis itu pula ingatan tentang wajah nakalmu itu kembali hadir dihadapanku. aku merindukanmu, adik kecilku yang ketika aku pulang selalu menyambutku dengan pelukannya. Bersama gerimis pula banyak yang ingin aku pertanyakan kepada Tuhan.
Apa ini cara Tuhan mentakdirkan kehidupan kita?
kalau boleh jujur aku benci dengan lelucon ini, aku tidak terima jika Tuhan memisahkan kita dengan cara seperti ini. Ini terlalu kejam. Tapi diam-diam aku berbicara dalam hati Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik untuk hambanya..
tapi sedih rasanya jika di hari raya Idul Fitri ini kami tak lagi bersamamu solat ied bersama di masjid,lihat saja mukenamu di lemari masih rapi karena tak ada satupun yang tak menangis menyentuh mukenamu dan mengingatmu. Teman-temanmu juga banyak yang menanyakan kau kapan pulang.
Disana tak ada banyak boneka yang akan menemanimu bermain
disana juga tak ada internet untuk kau melihat melihat video-video spongebob terbaru dan komputer untuk sekedar bermain zombie vs plants
disana kau tak bisa bermanja-manja dengan ibumu
disana kau juga tak bisa membeli segala sesuatu yang kau inginkan
kau tau nak, semua disini selalu merindukanmu. Lihat saja baju-bajumu di lemari, foto-fotomu di dinding,boneka-boneka dan mainanmu masih tersimpan rapi di tempatnya. Coretan-coretanmu di dinding juga tak ada yang berani menghapusnya. Ada sedikit luka yang kulihat di wajah Ayah,mama,Ibu,Hera,Abi,Iwan saat mengingatmu. Aku tau itu. Masing-masing dari kita sama-sama sedang berpura-pura tegar dan baik-baik saja.
Hanya satu hal yang keluarga harapkan untukmu,dik..
Pulanglah... kami disini tak tahan menahan rindu.

Kamis, 29 Mei 2014

Ketika mama selalu menjadi penguat tersendiri dalam tugas yang tak juga usai




Bulan-bulan di tahun ini memang semakin menggila, otakku terkuras, fisikku mulai tak mau tau, dan tenagaku juga mulai membatasi gerakku. Ditambah lagi uang yang selalu terkuras memenuhi kebutuhan ini dan itu. Malam-malam di tahun ini juga tak seperti malam 2 tahun lalu yang aku bisa tidur normal seperti anak-anak yang lain, jangan harap bisa tidur normal jika ingin tugas-tugas yang tak wajar ini cepat selesai. Satu tugas belum selesai sudah bertambah lagi tugas tak karuan lainnya yang entah mana dulu yang harus kujamah. Ini konsekuensi memang, ini proses, rasanya ingin mengeluh, ingin berteriak agar semuanya berakhir dan aku segera pulang ke kampung halaman bertemu keluarga dirumah. Malam ini seperti biasa aku hanya memandang layar laptop dan memutar otak memikirkan proposal,laporan,pertanyaan,naskah,tulisan,artikel,edit,deadline,film, atau apalah. sedangkan mata sudah tak mau tau ingin segera terpejam. Tiba-tiba saja aku teringat mama, adikku dirumah, keluarga dirumah, dan adikku dinda yang selalu kurindukan senyum nakalnya. Aku ingat, mama pernah bilang “jangan dipikirkan semua beban, dijalani saja satu-persatu”. Memang aku jauh dari mama, tak bisa setiap hari membantu mama, tapi semakin aku jauh semakin aku mengingat mama dan kusimpan rinduku dalam diam, terutama rindu masakan-masakan mama, aku tak pernah mengeluh kepada siapapun tentang semua ini, kecuali mama. Karena mama selalu menjadi penguat pertamaku dalam tugas yang tak kunjung usai. Aku memantapkan dalam hati. Aku disini karena mama, aku berproses disini untuk mama, aku bisa merasakan nikmatnya bangku perkuliahan karena mama, aku bisa sama dengan teman-temanku yang lain karena mama, dengan doa-doa kecil dan mimpi yang selalu menuntun akan kukembalikan hidupku dan cita-cita hanya untuk mama, membahagiakan mama dengan caraku sendiri. Esok jika Tuhan mengijinkan aku akan membawa mama kemanapun mama mau, seperti yang mama pernah bilang ingin ke tanah suci melihat kakbah Allah…amiiin Ya Allah

Rabu, 26 Maret 2014

SOSOK MAMA DIMATAKU


Sabar, anggun, pekerja keras, sedikit cerewet. Itulah mamaku. Mamaku selalu membiasakan aku dan adik-adikku bangun pagi solat subuh lalu belajar. Kesabaran, keikhlasan. Itu yang selalu aku banggakan dari sosok mamaku. meskipun mamaku hanya ada di rumah pada waktu malam hari, tapi mama selalu menyempatkan diri untuk menanyakan bagaimana di sekolah, mamaku selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan semua ceritaku. Mama adalah orang yang sangat pekerja keras, disiplin. Pagi-pagi sekali sehabis solat subuh mamaku selalu siap di dapur, memasak untuk sarapan aku dan adik-adikku. Tugasku setiap pagi mengajari adik-adikku belajar. Setelah itu, aku mengantarkan Dinda, adikku yang paling kecil sekarang kelas 1 sd berangkat sekolah. Bukan mamaku kalo nggak sering ngomel. Setiap pagi setiap aku akan berangkat sekolah mamaku selalu bilang gini “tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis,, cepetan lo! Dandan suwi temen,,kasian itu lo dian sama Lila udah nungguin.” Cepat-cepat aku keluar dan berangkat sekolah, sampai setengah perjalanan biasanya aku lari pagi sama dian dan lila. Lari pagi gara-gara telat. Itu pas SMP. Mamaku selalu menyuruhku menceritakan apa aja, jadi yaa.. meskipun gak penting aku tetep cerita. Setiap pagi sampai sore mamaku jarang dirumah. Mamaku jaga warung, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Ayahku, kerja dari pagi sampei sore, nenekku biasanya juga bantu-bantu jaga toko. Seperti biasanya, rumahku selalu sepi. Kita selalu bisa berkumpul di malam hari. Mama adalah orang yang tak pernah lelah. Mama sering begadang malam, karena Mama selalu sibuk dengan pesanan kue-kuenya, Ayah selalu menemani mama. Kadang-kadang tak sengaja aku mendengarkan pembicaraan mereka tentang cerita nostalgianya di masa lalu.


Ya Allah..jagalah dia…Ayah dan Mamaku ,nenek, adik-adikku dan semua keluarga dirumah. Berikanlah mereka kesehatan dan iringilah langkahnya dengan beribu-ribu kebaikan. J
 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design