Motorku
terus melaju kencang ke arah selatan pantai Wediombo yang terletak di Gunung
Kidul, Yogyakarta dan sekitar 45 kilometer dari kota Wonosari. Sekilas aku
melirik jam tanganku dan sedikit kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul
01.00 malam. Bulu kudukku semakin bergidik ketika angin malam semakin kencang
dan aroma mistis mulai terasa. Waktu itu aku tak sendiri, melainkan bersama
teman-temanku yang berjumlah 6 orang. Untuk mengisi waktu senggang, kami
memutuskan untuk camping selama sehari semalam di Pantai Jungwook. Pantai
Jungwook merupakan salah satu dari belasan pantai yang terdapat di kabupaten
Gunung Kidul.
Sambil
terus melaju kencang aku memperhatikan jalanan yang gelap gulita dan tak ada
lampu penerang jalan satu pun. Waktu itu kami memang memutuskan untuk pergi ke
Pantai Jungwook, namun setelah menelusuri sepanjang jalan tidak ada tanda arah
menuju pantai Jungwook akhirnya kami lelah dan sedikit putus asa, apalagi waktu
sudah semakin larut malam dan tentunya suasana jalanan sedikit sepi dan agak
horor.
Lalu salah
satu temanku melihat papan arah jalan ke Pantai Jungwook yang sedikit usang dan
tidak terlalu meyakinkan karena papan arah itu seperti tidak terawat dan
terlalu usang. Akhirnya kami memutuskan untuk belok kanan menuju papan arah
tersebut.
Kami
melewati jalan setapak yang terjal berbatu dan tentunya sangat licin. Akses
jalan menuju Pantai Jungwook terbilang sangat berat. Akses jalannya bisa
ditempuh dengan menggunakan motor maupun mobil kira-kira setengah jalan dari
jalan aspal melewati batu-batu yang tajam sehingga rawan sekali ban motor
bocor.
Setelah
melakukan perjalanan melewati medan yang lumayan berat akhirnya terdengar juga
suara deburan ombak pantai. Kami meletakkan motor di tempat parkiran yang sudah
disediakan dengan hanya membayar biaya parkir 2000 rupiah per-motor.
Pantai
Jungwook memiliki fasilitas yang terbilang lumayan, terdapat beberapa kamar
mandi maupun WC untuk para wisatawan.Untuk masuk ke area pantai, tidak
dikenakan harga tiket masuk hanya membayar parkir motor saja. Selain itu,
pantai Jungwook juga masih sepi pengunjung dan tidak banyak sampah.
Malam pun
berlalu dan ketika matahari mulai terbit, pantai Jungwook terlihat semakin
eksotis. Pantai ini dikeliling oleh batu-batu karang yang besar, pasir yang
putih, dan air laut yang sangat jernih. Tidak hanya itu, sebagian pasir di
Pantai Jungwook bukanlah pasir biasa, melainkan pasir dari tumpukan karang yang
jika kita berjalan di atasnya, kaki ini terasa rileks sekali seperti dipijat
refleksi. Berbagai jenis karang terdapat di Pantai Jungwook dan banyak biota
laut yang bisa dilihat seperti bintang laut, dan lain-lain.
Aku
berjalan tanpa alas kaki sambil menikmati gelinya tumpukan pasir karang
sepanjang bibir pantai, rasanya seperti pijat refleksi namun tetap hati-hati
karena masih banyak karang yang tajam. Setelah berjalan kira-kira 15 menit, aku
tiduran di atas pasir karang. Wow, rasanya seperti pijatan alami dari alam.
Perjalanan yang terbilang cukup melelahkan pun
terbayar lunas dengan keindahan dan sensasi pijat refleksi karang yang ditawarkan oleh Pantai Jungwook.(Titis Lutfitasari)