Rabu, 23 Mei 2018

Lezatnya Ketoprak Kuburan Kuliner Penutup Malam


Ketoprak kuburan. Sejenak membayangkan namanya saja sudah horor ya guys. Dinamakan ketoprak kuburan karena dulunya ketoprak ini berada di depan kubuan kuncen Yogyakarta. Warung makan ketoprak biasanya buka pada siang-siang hari, tapi tidak dengan ketoprak kuburan. Tidak seperti namanya yang ngeri kok guys, makan di warung ketoprak kuburan ini sama saperti makan di kafe-kafe pinggir jalan yang suasananya ramai dan sangat recommended karna rasanya juga mantap banget.


Terletak di jalan Hos. Cokroaminoto, Wirobrajan Yogyakarta dan berkonsep food truck dengan menggunakan vw kombi berwarna biru, warung ketoprak kuburan ini selalu terlihat ramai. Pembelinya pun beragam, mulai dari orang tua sampai anak muda-muda yang sekedar nongkrong pun ada disini. Awalnya tempat ini direkomendasikan oleh teman saya yang sudah pernah mencoba kelezatan ketoprak ini, karena penasaran saya pun langsung tancap gas menuju TKP, lumayan untuk mengisi perut yang sedari tadi memang lumayan lapar.



Meski pembeli sangat ramai dan harus antre, namun tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama pun akhirnya makanan datang. Dari aromanya saja rasanya tak sabar aku ingin melahap ketoprak ini. Satu porsi ketoprak disajikan dengan isian lontong, tahu, telur, dan tauge. Kalian juga bisa request cabe sebanyak yang kalian inginkan. Tanpa pikir panjang saya pun segera melahap habis hidangan yang kelihatannya lezat ini. Perpaduan bumbu kacang ketoprak ini terasa sangat gurih, pedas, dan rasanya sangat pas. Tidak terlalu berat untuk penutup makan di malam hari.
Dari rasanya dan kenyamanan tempatnya tak heran jika banyak sekali pembeli yang selalu memadati warung ini. Selain itu harga yang ditawrkan pun terbilang murah Satu porsi ketoprak dihargai sebesar Rp.12.000,- dan untuk es teh atau es jeruk harganya Rp.3.000,-  Ketoprak kuburan buka pada pukul 17.00. Puas rasanya menikmati hidangan yang lezat, murah meriah dan jika kalian ingin merasakan kelezatan ketoprak ini jangan terlalu malam ya guys karna biasanya ketoprak malam cepat habis dipadati oleh pembeli.(TitisLutfitasari)

Membuka Pagi Yang Sempurna di Kebun Teh Menoreh




Berada di ketinggian 900 mdpl di Pedukuhan Nglinggo, kelurahan Pagerharjo, kecamatan Samigaluh Kulonprogo, terdapat salah satu pariwisata yang tak biasa kutemukan di Yogyakarta yaitu Kebun Teh. Hanya ada satu wisata kebun teh yang ada di daerah Yogyakarta sehingga aku penasaran ingin mengunjunginya.


Aku melaju ke arah kabupaten Kulonprogo, melewati jalan-jalan tanjakan berkelok nan penuh batu sampailah aku ke desa Nglinggo. Tak sampai disana, untuk mencapai wisata kebun teh aku harus terus berjalan mewati tanjakan-tanjakan lagi. Sekitar 20 menit, terlihat petugas penjaga pintu masuk area wisata kebun teh. Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp.3.000 dan membayar parkir Rp.2.000 per motor aku bebas sepuasnya berkeliling ke area wisata kebun teh.

Kira-kira pukul 06.00 pagi terlihat beberapa ibu-ibu pemetik daun teh yang menggendong keranjang sebagai tempat untuk mengumpulkan daun teh yang telah di petik. Kabut putih tipis-tipis masih terlihat sehingga udara pagi yang sejuk nampak terasa. Aku terus berjalan mengelilingi area kebun teh.



Pembibitan teh di di pedukuhan Nglinggo ini mulai dirintis pada tahun 1990. Dinas Perkebunan Kulon Progo melakukan penanaman teh pada tahun 1991. Kebuh teh ini mulai dikembangkan pada saat itu. Berada di ketinggian 900-1000 mdpl membuat kebun teh ini sangat mudah berkembang sehingga pada tahun 2004 Dinas Pariwisata DIY dan bupati Kulon Progo meresmikan wisata ini sebagai salah satu ikon pariwisata yang ada di Kulon Progo.





Beberapa wisatawan mulai ramai berdatangan di area kebun teh ini, tak terkecuali Pak Agus yang jauh-jauh datang dari Sleman untuk menikmati udara sejuk kebun teh menoreh. Pak agus mengaku sudah beberapa kali mengunjungi kebun teh ini untuk sekedar merasakan segarnya udara pagi.

Pemandangan di sekitar wilayah kebun teh ini hampir sama dengan perkebunan teh lain, hanya saja terdapat puncak bukit yang jika kita mendaki sekitar 500 meter , kita bisa melihat lanscape keindahan kebun teh dari ketinggian. Tak hanya itu, di kebun teh ini kita juga bisa menikmati beberapa fasilitas wisata seperti trekking menuju puncak-puncah di perbukitan menoreh, wisata off road mengelilingi jalan area kebun teh, hingga terdapat wisata grojogan watujonggol. Aku lebih memilih trekking mendaki puncak bukit gunung jaran yang masih satu area dengan perkebunan teh ini.







Matahari pagipun semakin terik dan lapisan kabut yang sedikit menutupi pemandangan semakin hilang. Tampak pemandangan luasnya kebun teh dari atas bukit. Kehangatan matahari dan kesejukan udara pagi semakin sempurna membuka hariku. Jogja memang menyimpan berbagai surga wisata yang memukau bagi para wisatawan. Tak rugi rasanya aku membuka hariku dengan menyaksikan keindahan alam yang ada di kebun teh.(TitisLutfitasari)
 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design