Minggu, 18 Agustus 2013

DISINI , DI SUDUT DERMAGA INI, DALAM SEBUAH RUANGAN YANG ASING, AKU TERKURUNG, TERPERANGKAP, MATI KUTU.

Daratan ini mencuat dari perut bumi laksana tanah yang dilantakkan tenaga dahsyat katak lismik. Menggelegak sebab lahar meluap-luap di bawahnya. lalu membumbung di atasnya, langit terbelah dua. Di suatu bagian langit, matahari renda memantulkan uap lengket yang terjebak ditudungi cendawan gelap gulita, menjerang pesisir sejak pagi. Sedangkan di belahan yang lain, semburan ultraviolet menari-nari di atas permukaan laut yang bisu bertapis minyak, jingga serupa kaca-kaca, mengelilingi dermaga yang menjulur ke laut seperti reign of fire, lingkaran api. Dan disini, di sudut dermaga ini, dalam sebuah ruangan yang asing, aku terkurung, terperangkap, mati kutu.

"RAIHLAH SEGALA IMPIANMU, DAN BUATLAH SESUATU YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN"

Berbuat yang terbaik pada titik dimana kita berdiri, itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka bersamaan dengan itu semua, kita akan menjadi orang yang paling optimis. Jika kau ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya kita semakin terpatri dengan cita-cita agung, yang selama ini terekam di memori kita, so...jangan pernah sedikitpun berfikir mengompromikan cita-cita itu.

"Raihlah segala impianmu, dan buatlah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin".

WHAT WE DO IN LIFE...CHOOSE IN ENTERNITY...?

Setiap peristiwa di jagad raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun perlahan-lahan. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa yang kau kerjakan dalam hidup ini akan bergema dalam keabadian......"

"Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!"

nb : terimakasih untuk sahabat saya, Dian Sofiatul Zhanah yang tak pernah berhenti mengajari saya indahnya bermimpi, berkelana di atas bumi. Karnamu aku berani bermimpi. Aku berharap sebelum kita menutup mata, Tuhan akan selalu bersama kita, menemani langkah kita untuk berkelana di atas bumi.

"LOVE ME OR JUST HATE ME BUT SPARE ME WITH YOUR INDIFERENCE", CINTAI AKU SEKALIAN BENCI AKU, ASAL JANGAN ACUHKAN AKU.

cinta yang patah berkeping-keping karena selingkuh dan penghianatankah yang paling menyakitkan? "BUKAN". Cinta yang dipaksa putus karena perbedaan status, harta benda dan agamakah yang paling menyesakkan? "MASIH BUKAN". Cinta yang menjadi dingin karena penyakit, penganiayaan, dan kebosanankah yang paling menyiksa? "TIDAK". Atau cinta yang terpisahkan samudra, lembah dan gunung-gemunungkah yang paling pilu? "SAMA SEKALI TIDAK". Namun, yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli karena ituseorang filsuf yang siang malam merenungkan seni mencintai telah menulis "LOVE ME OR JUST HATE ME BUT SPARE ME WITH YOUR INDIFERENCE" Cintai aku sekalian benci aku, asal jangan acuhkan aku.

Sabtu, 17 Agustus 2013

RANGKUMAN PROGRAM ARTISTIK DAN JURNALISTIK

1.      PROGRAM ARTISTIK
Program artistik adalah program siaran yang diproduksi melalui pendekatan artistik, yaitu proses produk yang mengutamakan segi keindahan. Program artistik meliputi semua acara siaran yang dalam proses produksinya lebih menekankan pada aspek seni dan estetik dibandingkan pada faktualitas informasi. Dalam program yang sifatnya artistik, kepuasan khalayak diupayakan dengan menyajikan sesuatu yang “baru”, kreatif, variatif, unik, spektakuler, meriah, menggairahkan, dan unsur-unsur lain yang dapat memberikan kepuasan estetik.
Contoh program artistik :

Program artistik komedi “OPERA VAN JAVA”
Stasiun televisi : Trans7
Jam Tayang     : 20.00 WIB
Hari Tayang    : senin – jum’at
Setting tempat : Studio 2 Trans7
“Opera Van Java” adalah program opera komedi yang didalamnya terdiri dari 5 pokok pemain utama. Yaitu parto sebagai dalang, sule, Andre, Nunung, Aziz Gagap sebagai tokoh-tokoh wayang. Semua adegan yang dilakukan oleh para tokoh wayang di atur oleh si dalang. Dalam Opera Van Java, Parto berperan sebagai seorang dalang yang mempunyai wewenang untuk mengatur alur cerita di setiap adegan. Sedangkan para pemain yang bertindak sebagai wayang, harus menuruti semua perintah yang diucapkan oleh dalang, oleh karena itu, para pemain dituntut untuk melakukan improvisasi adegan dan dialog dengan cepat. Selain itu, keunikan program ini adalah alur ceritanya yang hanya diketahui oleh sang dalang, sehingga reaksi dan aksi spontan para pemain Opera Van Java ini akan mengalir dengan sendirinya. Selama pertunjukan wayang manusia ini berlangsung, Parto akan ditemani oleh sinden yang akan memberikan komentar terhadap para pemain serta menyanyikan beberapa buah lagu dengan gaya khas seorang sinden,

                 Standard Operasional Prosedur Produksi
Sarana : Studio Audio Visual, Kamera Video dan perlengkapannya, Komputer    editing.
Prosedur :
praproduksi
·         1. Terima surat tugas
·         2. Persiapan peliputan
·         3. Casting pemain
·         4. Penentuan bintang tamu
·         5. Cek peralatan
·         6. Penentuan latar tempat dan desain background yang akan digunakan.
·         7. Pemilihan kru : sutradara, cameramen, audioman, lighting, editor, pengarah acara, penata artistik,
·         8. Penentuan jumlah audiens di dalam studio
·         9. Pembuatan scenario
·         10. Pembuatan desain background panggung
Produksi
·         1. Proses shooting
Pasca Produksi
·         1. Penyerahan video untuk diedit ke bagian editor
·         2. Proses dubbing suara
·         3. Cek finishing

2.      PROGRAM JURNALISTIK
Program jurnalistik adalah program siaran yang diproduksi melalui pendekatan jurnalistik, yaitu proses produksi yang mengutamakan segi kecepatan. Program jurnalistik meliputi meliputi semua acara yang berbasis pada informasi yang bersifat faktual, baik berita (news), mupun penjelasan peristiwa aktual (current affair). Upaya memuaskan khalayak dicapai dengan cara menyajikan informsi-informasi yang terbaru, akurat, dan dapat dipercaya. Visual memang menjadi unsur penting tetapi lebih menekankan pada aspek realitas, dan kemampuannya dalam mendukung penciptaaan makna dari teks.
Contoh program jurnalistik :
Program jurnalistik “REDAKSI SORE”
Stasiun televisi : Trans7
Jam Tayang     : 16.30 WIB
Hari Tayang    : senin – jum’at
Setting tempat : Studio 1 Trans7
Redaksi Sore adalah bulletin berita dengan format hard news yang dikombinasikan dengan liputan tematik. Redaksi Sore disajikan secara elegan dengan story telling dan menjadikan setiap persoalan langsung bersentuhan dengan kepentingan pemirsa.
Sarana : Studio Audio Visual, Kamera Video dan perlengkapannya, Komputer    editing.
Prosedur :
praproduksi
·         Terima surat tugas
·         Pengumpulan data
·         Persiapan peliputan
·         Cek peralatan
·         Penentuan latar tempat dan desain background yang akan digunakan.
·         Pemilihan kru : sutradara, cameramen, audioman, lighting, editor, pengarah acara, penata artistik,
·         Rapat Redaksi
·         Pembuatan naskah
Produksi
·         1. Proses shooting
Pasca Produksi
·         Reporter dan cameramen menyerahkan hasil shooting kepada news editor dan naskah dibuat reporter yang kemudian editor in chef untuk dicek dan hasilnya diserahkan kepada editor/penata gambar


Program Seni (artistic )
Program  Jurnalistik
·         Menekankan pada aspek keindahan (Beauty Concern).
·         Mengutamakan pencapaian kepuasan (to get Satisfaction).
·         Memenuhi rasa apresiasi seseorang (sence of apprecition).
·         Improvisasi tidak terbatas
·         Acuannya kode moral.
·         Penulisan Cinematik.
·          Dramatical Speaking.
·         Iramitatif Abstraction.
·         Imaginative Reflection
·          Dapat fiktif (transmitting mind).
·         Indikator keberhasilannya menciptakan keasyikan (excitability)
·         Menekankan aspek aktualitas (time concern)
  To get well informed.
·         Memenuhi keinginantahuan orang
·         Improvisasi terbatas.
·         Acuannya kode etik.
·         Penulisannya efektif.
·         Pembicaraan seperlunya (effective speaking).
·         Gambaran kenyataan (realistic Abstraction).
·         Narative Reflection.
·         Berdasarkan pengalaman obyektif (transmitting experience)
·         Indikator keberhasilannya tercapainya kepercayaan (credibility) public.


















DAFTAR PUSTAKA


Morrisan, Media Penyiaran, Ramdina, Prakarsa, Jakarta 2005
 

THE TRAVEL JUNKIES Template by Ipietoon Cute Blog Design