Malamku selalu diisi oleh pikiran tentangmu. Wajahmu. Senyummu. Cara kau memperlakukan aku.
Aku lebih suka menutup mata karna aku bebas berkhayal tentanmu. Menikmati setiap detik bersamamu, berjalan sambil berpegang tangan. Bercerita tanpa takut habis waktu. Entahlah yang kufikirkan hari ini, kemarin, dan kemarin hanya untuk mengembalikanmu kembali.
Cinta itu katanya sederhana. Tapi aku tak merasa bahwa dengan doa cintaku bisa tumbuh disampingku dan menjadi milikku. Membiarkanmu menghilang hanya menjadi ketakutanku tersendiri. Kau mudah berlalu. Kau muda menghilang. Kau pergi memilih dengan caramu. Bagaimana bisa kau memilih tanpa melihat perjuanganku ?
Aku selalu ingin tau sedang apa kau saat ini.
Aku yang selalu tak memperdulikan cinta selainmu.
Aku yang bahkan rela melewati jarak sejauh apapun untuk menemuimu bahkan tanpa kau suruh dan kau paksa.
Perjuanganku hanya kasat mata bagimu. Bagaimana mungkin perjuangaku seolah-olah kalah dengan wanita lain yang hanya rela menempuh beberapa jam jarak untuk menemuimu ?
apakah dia mendoakanmu ?
apakah cintanya sebesar cintaku ?
apakah perjuanganyya melebihi perjuanganku ?
apakah dia lebih tangguh daripada aku ?
Sesakit apapun kau menyakitiku bahkan aku akan tetap memperjuankanmu. Taukah kau apa hal yang paling aku takutkan ?
Hal yang paling aku takutkan adalah saat aku membuka mata , aku harus menerima kenyataan bahwa kau benar-benar memilih dia, sementara aku telah menghabiskan waktuku berjuang untukmu. Aku wanita yang berjuang sendiri mempertahankan takdir yang kumau, sementara kau tak bermaksud menyakitiku namun perlahan menusuk dalam diam. Kau boleh bangga jika menemukan wanita yang lebih tangguh daripada aku. Aku akan ikhlas jika kau lebih memilih seseorang yang berjuang melebihi diriku.
Kamis, 18 Januari 2018
Langganan:
Postingan (Atom)