Bulan-bulan di tahun
ini memang semakin menggila, otakku terkuras, fisikku mulai tak mau tau, dan tenagaku
juga mulai membatasi gerakku. Ditambah lagi uang yang selalu terkuras memenuhi
kebutuhan ini dan itu. Malam-malam di tahun ini juga tak seperti malam 2 tahun
lalu yang aku bisa tidur normal seperti anak-anak yang lain, jangan harap bisa
tidur normal jika ingin tugas-tugas yang tak wajar ini cepat selesai. Satu
tugas belum selesai sudah bertambah lagi tugas tak karuan lainnya yang entah
mana dulu yang harus kujamah. Ini konsekuensi memang, ini proses, rasanya ingin
mengeluh, ingin berteriak agar semuanya berakhir dan aku segera pulang ke
kampung halaman bertemu keluarga dirumah. Malam ini seperti biasa aku hanya
memandang layar laptop dan memutar otak memikirkan
proposal,laporan,pertanyaan,naskah,tulisan,artikel,edit,deadline,film, atau
apalah. sedangkan mata sudah tak mau tau ingin segera terpejam. Tiba-tiba saja
aku teringat mama, adikku dirumah, keluarga dirumah, dan adikku dinda yang
selalu kurindukan senyum nakalnya. Aku ingat, mama pernah bilang “jangan
dipikirkan semua beban, dijalani saja satu-persatu”. Memang aku jauh dari mama,
tak bisa setiap hari membantu mama, tapi semakin aku jauh semakin aku mengingat
mama dan kusimpan rinduku dalam diam, terutama rindu masakan-masakan mama, aku
tak pernah mengeluh kepada siapapun tentang semua ini, kecuali mama. Karena
mama selalu menjadi penguat pertamaku dalam tugas yang tak kunjung usai. Aku
memantapkan dalam hati. Aku disini karena mama, aku berproses disini untuk
mama, aku bisa merasakan nikmatnya bangku perkuliahan karena mama, aku bisa
sama dengan teman-temanku yang lain karena mama, dengan doa-doa kecil dan mimpi
yang selalu menuntun akan kukembalikan hidupku dan cita-cita hanya untuk mama,
membahagiakan mama dengan caraku sendiri. Esok jika Tuhan mengijinkan aku akan
membawa mama kemanapun mama mau, seperti yang mama pernah bilang ingin ke tanah
suci melihat kakbah Allah…amiiin Ya Allah
Kamis, 29 Mei 2014
Ketika mama selalu menjadi penguat tersendiri dalam tugas yang tak juga usai
Label:
CORAT-CORET
Langganan:
Postingan (Atom)